28/10/08

Kegagalan adalah Suatu Proses, Jalani aja..

Kegagalan adalah Suatu Proses, Jalani aja..
Dulu mungkin anda semua sudah pernah mencoba suatu usaha entah di bidang apa, namun menemui kegagalan atau kendala. Setelah gagal menemui solusi terbaik, anda merasa kapok dan menyerah. Memiliki suatu bisnis entah dijalani secara full-time atau sekedar sampingan/freelance, masih menjadi suatu ‘mimpi buruk’ bagi sebagian orang yang pernah menjalaninya.
Kuatir akan kegagalan, kehilangan modal atau mitra bisnis, menemui masalah dengan konsumen, hingga bisnis yang bangkrut. Tapi masih banyak lagi orang lain yang tidak pernah sekalipun mencobanya. Mereka ingin merasakan ’sensasi’ menjadi seorang pengusaha (meski dengan modal kecil, bukankah pemilik warung di depan rumah bukan seorang ‘pengusaha’?..).
Kenapa tidak semua orang berani mengambil langkah berani untuk terjun sebagai wirausahawan atau ‘entrepreneur’? Karena kita semua sudah di’cuci otaknya’ oleh suatu tradisi budaya yang secara turun-temurun untuk menjadi seorang ‘pelayan’ (bukan pekerja) bagi majikannya… (secara historis, ini merupakan suatu bagian dari strategis politik ‘devide et’ impera kolonialis penjajah Belanda jaman dulu untuk melemahkan kaum bumiputera).
Sekilas bisnis sampingan menjanjikan, tetapi setelah dicoba wow..susah banget (kata mereka yang pernah gagal dan merasakan jatuh-bangun berusaha). Tetapi, itu baru masih sebatas ‘kulit ari’-nya, mungkin anda belum pernah merasakan kehilangan modal dan merugi ratusan juta bahkan milyaran rupiah? Kalo sudah pernah, saya salut bila anda masih ingin tetap bangkit dan tidak kapok karenanya.. Karena H.Bimada, owner dari Mie Raos dan Resto Cippes yang sudah sukses dalam bisnisnya, pernah juga menemui kegagalan dalam bisnis freight forwarder-nya dan mengalami kerugian sampai milyaran rupiah. Tetapi dia dengan tegas menyatakan “itu hanya sebuah proses, jalani aja..”
Jika kita menemui kegagalan, apakah kita seharusnya mundur? Menyerah atau mundur beresiko kita akan di-cap ‘pecundang’ dan tidak akan dipercayai rekan bisnis lagi. Hal itu akan menghantui kita seumur hidup. Kenapa kita tidak mau mencoba dan mencoba lagi? Hingga akhirnya menemukan ujung dari penantiannya selama ini, yaitu: Kesuksesan!! Meski sukses bukan menjadi ukuran bahwa kita akan mendapatkan segalanya.
Kita harus percaya akan ada suatu proses menuju suatu keberhasilan dan sesuai dengan target bisnis kita yang sudah dirancang dari awal mula. Memulai suatu bisnis tanpa adanya rencana bisnis yang matang, adalah ibarat seorang prajurit yang maju ke medan tempur tanpa membawa senjatanya…!! Bukankah lebih buruk orang yang belum pernah mencoba, dibanding orang yang menemui kegagalan namun berusaha bangkit dan mencoba lagi?
Jadi kenapa mesti kuatir gagal sebelum memulai sesuatu bisnis? Memupuk keyakinan bahwa kita pasti bisa dan bisa menemui kegagalan serta masih bisa tersenyum, meski harus kehilangan uang banyak adalah suatu ‘keajaiban dalam berbisnis’.. Tidak ada bisnis yang instan menjanjikan meraih keberhasilan dalam waktu yang cepat. Namun semuanya ditentukan oleh pelaku bisnis, yaitu kita sendiri! Jadi masih takut gagal memulai suatu bisnis?
“Kegagalan adalah suatu proses, jalani aja …” Selamat memulai suatu bisnis baru!!

1 komentar:

asan mengatakan...

bner sich..knapa qt jatu?agar qt dapat belajar tuk bangkit kembali.