Kebangkitan Indonesia, Dari Ideologi Kapitalis Menuju Islam
Menganalisis satu persatu persoalan yang menimpa negeri ini, tentunya tak akan selesai. Problematika yang ada terlalu kompleks dan rumit. Kita sudah terlalu sering menyaksikan berbagai diskusi dalam skala kecil sampai besar yang semuanya membahas permasalahan demi permasalahan yang ada. Namun sayangnya, semakin banyak diskusi digelar, semakin bingung pula pesertanya. Karena tak satupun solusi konkret ditawarkan. Kalaupun ada, tidak realisitis.
Kebangkitan indonesia selalu kita kaitkan dengan organisasi budi utomo yang lahir tahun 1908. budi utomo dianggap sebagai pelopor kebangkitan karena mampu membangkitkan semangat para pemuda, mengubah main set dan menggugah kesadaran mereka untuk menghilangkan rasa kedaerahan dalam melawan penjajahan belanda. Kita juga menganal bangsa-bangsa yang telah bangkit dari keterpurukan. Amerika serikat, pernah bangkit untuk melawan penjajahan inggris, kemudian melakukan revitalisasi ekonomi besar-besaran dengan menerapkan ideologi kapitalis. Kita juga mengenal kebangkitan negara-negara eropa yang dikenal dengan renaissance-nya. Yang sebelumnya masyarakat eropa juga mengalami keterpurukan ekonomi dan kerusakan birokrasi yang sangat parah.
Proses kebangkitan tidak bisa terlepas dari ideologi sebagai energi gerak kebangkitan itu sendiri. Amerika dan eropa bangkit dengan motor kapitalisme yang diterapkan secara menyeluruh ke dalam sendi-sendi kehidupan mereka. Jika tidak, maka kebangkitan akan menjadi gertakan sambal saja. Muncul dalam waktu sekejab dan akan segera lenyap, Karena tidak memiliki konsep yang jelas untuk diterapkan dalam wilayah teknis. Seperti juga yang dialami indonesia. Pada awal masa kebangkitan, kita bermodal semangat nasionalisme yang menyala-nyala dari kalangan pemuda. Namun, para pemuda yang tergabung dalam organisaasi budi utomo tersebut, ternyata kurang jeli. Budi utomo akhirnya mengalami kemunduran di awal tahun 1930, kemudian berhenti. Seandainya saja budi utomo bergerak secara totalitas, dengan bergerak di ranah-ranah politik juga, kemungkinan ia akan mampu bertahan. Namun, bagi bangsa indonesia budi utomo tetaplah sebagai pelopor kenbangkitan persatuan rakyat indonesia untuk melawan penjahan belanda.
Setelah masa kemerdekaan, indonesia dengan konsep pancasila-nya, masih belum mampu untuk menjadi sebuah negara yang dapat dikatakan berhasil. Pada masa sukarno, pancasila sebagai-nilai budaya yang dianggap ideologi itu, dibawa condong ke arah sosialis-komunis. Bunyi ketuhanan yang maha esa yang tercantum dalam butir pertama, diartikan boleh tidak mengakui ketuhanan yang maha esa. Sedangkan pada masa suharto, pancasila dibawa ke arah kapitalisme. Dalam hal ini diartikan bahwa ketuhanan hanya menyangkut masalah pribadi saja, dalam berpolitik, sosial, ekonomi dan wilayah-wilayah kehidupan, tuhan tidak berhak ikut campur.
Pancasila sebagai dasar negara indonesia telah terbukti tidak mampu menjadi landasan untuk mengatur sebuah negara dan kehidupan masyarakat, karena pancasila memang bukan sebuah ideologi. Di dunia ini hanya dikenal tiga ideologi yaitu kapitalis, komunis dan islam. Amerika bangkit dengan ideologi kapitalisnya, negara-negara amerika latin bangkit dengan ideologi sosialis, dan saatnya indonesia bangkit dengan ideologi islam, yang notabene dianut oleh mayoritas penduduk di negeri ini.
Ideologi islam telah terbukti mampu memimpin dunia selama lebih dari 1300 tahun. Wilayahnya terbentang luas dari ujung timur sampai ujung barat, bahkan meliputi dua pertiga dari seluruh dunia. Selama itu pula islam berjaya memimpin dunia. Tak ada penjajahan atas negara lain. Sedzolim-dzolimnya khalifah pada masa khilafah islamiyah, tak ada satupun yang menjajah negara lain, karena islam sangat menghargai kedaulatan negara lain. Orang-orang non muslim maerasa tenteram di bawah perlindungan khilafah islam. Hak-hak mereka sangat dihargai, kebebasan beragama dijunjung tinggi. Sisa-sisa pluralitas dan saling menghargai itu, saat ini masih dapat kita lihat pada masyarakat mesir yang mampu hidup rukun antara komunitas muslim dan kristen koptik.
3 maret 1924 merupakan titik hitam di dalam sejarah umat Islam yang tidak akan dilupakan oleh kaum Muslimin. Pada saat itulah umat Islam secara resmi telah kehilangan perisai dan tonggak tempat mereka berlindung - Khilafah Islamiyyah. Khalifah yang terakhir, Sultan Abdul Majid telah diusir meninggalkan pusat Daulah Khilafah di Turki pada waktu subuh setelah hasil persidangan Majlis Nasional yang diketuai oleh seorang yahudi arab, La'natullah Mustafa Kamal melalui konspirasi kafir Barat. Konspirasi ini dapat dilihat dengan jelas dari ungkapan Menteri Luar Inggris, Lord Curzon saat runtuhanya Daulah Khilafah; "Persoalan utamanya adalah bahwa Turki telah dihancurkan dan tidak akan bangkit lagi, kerana kita telah menghancurkan kekuatan spiritual mereka, yaitu Khilafah dan Islam" .
Sejak runtuhnya khilafah islamiyah itu, umat islam tercerai berai dalam negara-negara kecil (Nation State). Tak ada lagi yang menyatukan negara-negara kecil itu. Akibatnya, mereka sangat rapuh dan tidak mampu melawan tipu daya Amerika dan antek-anteknya yang sejak lama memusuhi umat islam. Satu persatu negara islam dihancurkan. Amerika mulai terang-terangan mengklaim dirinya sebagai negara super power yang siap menjadi pelindung negara-negara kecil lainnya.
Satu persatu negara muslim dihancurkan dengan alasan yang tidak masuk akal. Irak, Afghanisatan, Iran, Lebanon, Palestina, Libya, Sudan dan masih banyak lagi yang menderita akibat ulah negara kapitalis, Amerika. Amerika dan sekutunya, seperti inggris, perancis dan australia sengaja memaksakan demokrasi kepada negara-negara muslim. Jika negara lain tidak mau mengikuti saran Amerika, maka negara tersebut akan dikucilkan, diembargo, bahkan tak segan diinvasi sampai luluh lantak seperti irak.
Kehancuran Irak tidak hanya menyisakan duka yang mendalam bagi warga irak, tetapi bagi seluruh umat muslim sedunia. Pasalnya, Irak adalah salah satu pusat peradaban tertua dalam sejarah kegemilangan islam. Negeri yang pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan pada zaman kekhalifahan dinasti abbasiyah di bawah sultan abdul aziz, kini luluh lantak, hanya menyisakan isak tangis anak-anak kecil yang Kelaparan dan para wanita janda yang ditinggal syahid suami mereka.
. Kekayaan alam mereka yang berlimpah, tidak membawa kesejahtraan bagi masyarakatnya. Akan tetapi hasilnya sebagian besar dinikmati oleh negara-negara maju. Amerika dan sekutunya sengaja memaksakan globalisasi sebagai cara untuk melancarkan neoliberalisme, penjajahan gaya baru di abad 21.
Detik-Detik Kehancuran Kapitalisme
Gelombang protes terhadap kesewenang-wenangan Amerika, kini mulai terdengar. Negara-negara sosialis kiri, yang nota bene negara-negara amerika latin, seperti venezuela, cuba, argentina, chili, brazil kini menjadi ancaman yang membahayakan bagi Amerika. Mereka secara terang-terangan menyatakan sebagai penentang kapitalisme yang selama ini hanya menyengsarakan sebagian besar warga dunia. Negara-negara dunia ketiga seolah menjadi budak negara-negara maju. Tak ayal lagi negara-negara muslim seperti iran dan malaysia kini mulai terang-terangan mengecam pula kesewenang-wenangan Amerika.
Isu terorisme yang digunakan oleh AS dan sekutunya untuk menyudutkan umat islam, pada akhirnya menimbulkan semangat perlawanan dari negara-negara muslim. Atas nama terorisme, Amerika menyerang irak sampai hancur lebur, atas nama demokrasi amerika membunuh ratusan ribu nyawa bangsa palestina. Walaupun pada akhirnya dunia segera menyadari bahwa penyerangan atas irak adalah motif ntuk mencari minyak dan membunuh bangsa palestina adalah bentuk kebencian terhadap Islam.
Iran adalah simbol perlawanan bagi negara-negara muslim. Iran juga negara yang bangkit dari keterpurukan akibat intervensi amerika.Di bawah ahmadinejad, iran muncul sebagai negara yang maju dan mandiri. Iran menunjukkan mampu berdiri sendiri tanpa menjalin kerjasama dengan amerika, Meskipun selama puluhan tahun negara para mullah (ulama) tersebut diembargo.
Munculnya wacana khilafah islamiyah di kalangan pergerakan islam, juga sebagai salah satu indikator meningkatnya kesadaran umat islam untuk bersatu dan kembali mengulang kejayaan di masa lampau. Khilafah islamiyah yang diusung oleh pergerakan islam seperti ikhwanul muslimin dan hizbutttahrir, cukup membuat amerika ketakutan. Terbukti saat rezim taliban yang berusaha menereapkan syariat islam di pakistan berkuasa, Amerika rela mengeluarkan jutaan dollar untuk menumbangkan pemerintahan taliban. Ketika Hamas menang telak dalam pemilihan secara demokratis di palestina, Amerika juga dengan sekuat tenaga berusaha menggulingkn pemerintahan yang sah, dengan memanfaatkan kelompok fatah pimpinan Mahmoud Abbas.
Agus Yahya, ketua kammi komisariat Unnes, mengatakan, bahwa amerika dengan sikap standar ganda dan kesewenang-wenangannya terhadap negara lain, justru akan menimbulkan sikap anti amerika. Terbukti saat ini negara-negara amerika latin dan negara-negara muslim seperti Iran telah menunjukkan sikap permusuhan yang tegas terhadap Amerika.
Negara-negara muslim dengan semangat kebangkitan khilafah islam, menentang kapitalisme yang sengaja ditanamkan Amerika lewat para pemimpin-pemimpin bonekanya. Dominasi kapitalisme di Iran hancur setelah tumbangnya Syah Reza Pahlevi. Di beberapa negeri muslim lainnya, yang pemerintahannya masih mengekor Amerika, seperti indonesia dan malaysia, rakyat mulai tidak mendukung pemerintah.
Di mesir, misalnya Amerika melalui pemerintahan diktator Gamal Abdennaser, membunuh dan menyiksa ribuan aktivis Ikhwanul Muslimin. Kemudian di Andijan, salah satu wilayah bekas negara jajahan Unisoviet, Amerika melakukan teror pembunuhan dan menghancurkan wilayah tersebut.
Agus Yahya tak segan mengatakan, bahwa kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat seperti menaikkan BBM dan privatisasi aset negara yang telah membuat rakyat sengsara, adalah akibat ulah pemerintah yang terlalu tunduk dan mengekor pada Amerika.”selama SBY-JK masih suka mengakomodasi saran-sarn menyesatkan dari lembaga-lembaga buatan Amerika seperti IMF dan Word bank, maka mereka adalah para antek kapitalis” ungkap Agus
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar